Low Cost Hosting | Free Web Space | Dedicated Hosting | Windows Hosting | FrontPage Web Hosting | Business Hosting
cheap web hosting
Search the Web



ingin gaul... | Custom3 Page | About Page | Catalog Page | ne yang krenn.... | Slide Show | Contact Page | Guest Book Page | penting nih..

What's New

Garden Decorations
I. TRUKTSUR BIJI

A. Pendahuluan
Biji merupakan suatu organisasi yang teratur rapi, mempunyai persediaan bahan makanan yang cukup untuk melindungi serta memperpanjang kehidupannya. Walaupun banyak hal yang terdapat pada biji, tetapi baik mengenai jumlah, bentuk maupun strukturnya, mempunyai satu fungsi dan tujuan yang sama yaitu menjamin kelansungan hidupnya. Dalam ilmu botani diketahui ada dua kelas tumbuhan berbiji yaitu Angiospermae dan Gymnospermae. Angiospermae sebagai kelas yang lebih tinggi terdiri dari dua sub kelas yaitu Monokotiledon dan Dikotiledon. Pengetahuan tentang struktur biji akan memberikan pemahaman yang baik tentang perbedaan kedua struktur biji tersebut.
B. Tujuan Praktikum
Mahasiswa mengetahui struktur biji berbagai tanaman pangan, yang tergolong pada monokotil dan dikotil.
C. Bahan dan Alat
1. Benih padi dan jagung (monokotil), benih kedelai (dikotil)
2. air
3. Pisau silet (cutter)
4. Seedbed
5. Kaca penbesar
6. Buku gambar dan alat tulis
D. Pelaksanaan
1. Benih yang telah dipersiapkan direndam dalam air dingin selama 2 jam
2. Benih tersebut digambar struktur luarnya
3. Benih dipotong secara vertikal/membujur untuk semua benih dan secara horizontal/melintang, lalu diamati dan digambar bagian-bagiannya lalu berikan keterangan.
NO BENIH BAGIAN-BAGIAN
1 Padi Lemma, palea, glumme, endosperm, embryo, embryonic axis.
2. Jagung Seed coat/fruit coat, endosperm, scutellum, aleuron layer, coleoptil, plumule, seminal root, radicle, coleorhiza, embryonic axis, embryo.
3 Kedelai Seed coat, cotiledon, hilum, plumule, radicle, embryonic axis, embryo.














II. STRUKTUR BUAH

A. Pendahuluan
Didalam buah terkandung biji tanaman yang merupakan organ penting dalam kelestarian suatu tanaman. Pengetahuan tentang buah akan membantu mahasiswa memahami letak biji dalam buah. Secara botani buah normal dalam ovary matang, sedangkan pericarpnya berasal dari dinding ovary. Dalam istilah sehari-hari yang dimaksud dengan buah adalah termasuk bijinya satu atau lebih, dan bagian bunga yang berhubungan erat dengan ovary yang sudah matang.
B. Tujuan Praktikum
Mahasiswa mengetahui struktur buah yang tergolong buah basah.
C. Bahan dan Alat
1. Buah tomat, mentimun dan kedondong
2. Pisau dapur atau cutter
3. Buku gambar dan alat tulis
D. Pelaksanaan
1. Gambar struktur luar masing-masing buah
2. Belah buah secara membujur dan melintang
3. Gambar bagian-bagian buah dan beri keterangan
NO BUAH BAGIAN-BAGIAN
1 Tomat Exocarp, mesocarp, plasenta, locus, seed
2 Mentimun Exocarp, mesocarp, plasenta, funiculus, locus, seed
3 Kedondong Exocarp, mesocarp, endocarp, seed


III. TIPE BIBIT

A. Pendahuluan
Dalam ilmu teknologi benih yang dimaksud dengan bibt adalah tumbuhan muda yang makanannya tergantung kepada persediaan bahan makanan yang terdapat dalam biji. Pada kondisi menguntungkan suatu biji akan berkecambah. Apabila biji tersebut akan dikecambahkan pada medium tanah akan terjadi suatu peristiwa dimana bibit muncul diatas permukaan tanah. Berdasarkan letak cotyledon atau scutellum terhadap permukaan tanah maka didapat 2 tipe bibit yaitu epigeal dan hypogeal.
B. Tujuan Praktikum
Mahasiswa mengetahui perbedaan antara tipe bibit epigeal dan hypogeal.
C. Bahan dan alat
1. Benih kedelai dan jagung
2. Air
3. Top soil
4. Cangkul
5. Seedbed
D. Pelaksanaan
1. Isi seedbed dengan top soil hingga 3/4 bagian
2. Tanam masing-masing benih didalam seedbed dengan kedalaman 3 cm, lalu disiram
3. Pertumbuhan bibit diamati dan digambar serta dibuat bagian-bagiannya pada hari ke-3, 5, dan 7


NO BIBIT BAGIAN
1. Kedelai (epigeal) Cotyledon, plumule, radicle, epicotyl, hipocotyl, primary root, secondary root, leaf seed, coleoptyl, radicle, seminal root.
2. Jagung (hypogeal) Seed, coleoptyl, radicle, seminal root, Adventive root, leaf.






















IV. PENGUKURAN KADAR AIR

A. Pendahuluan
Kadar air benih merupakan salah satu komponen yang harus diketahui baik untuk tujuan pengolahan, maupun penyimpanan benih. Telah diketahui bahwa kadar air memiliki dampak besar terhadap benih selama penyimpanan. Menyimpan benih ortodok pada kadar air tinggi berisiko cepat mundurnya benih selama dalam penyimpanan. Kadar air benih merupakan salah satu komponen yang dinilai oleh BPSB dalam sertifikasi benih sehingga uji ini merupakan satu pengujian rutin para analisis benih di laboratorium benih.
B. Tujuan Praktikum
Mahasiswa mengetahui dan mampu melaksanakan pengujian kadar air benih dengan metode oven.
C. Bahan dan alat
1. Benih
2. Cawan aluminium
3. Timbangan analitik
4. Oven
5. Desikator
D. Pelaksanaan
1. Timbang cawan aluminium
2. Timbang benih seberat 10 gr sebanyak 3 ulangan
3. Letakkan benih dalam cawan aluminium
4. Tempatkan cawan aluminium didalam oven dengan suhu 105°c selama 24 jam
5. keluarkan cawan aluminium dari oven, tempatkan dalam desikator selama 15 menit
6. Timbang cawan aluminium yang berisi benih
7. Hitung kadar air benih





















V. PENGUJIAN KEMURNIAN BENIH

A. Pendahuluan
Benih murni yang merupakan salah satu komponen dalam pengujian benih, sangat penting dalam menghasilkan benih yang berkualitas tinggi. Pada pengujian daya berkecambah, benih yang diuji diambil dari fraksi benih murni. Dengan demikian hasil pengujian kemurnian benih dan daya kecambah benih mempengaruhi nilai benih untuk tujuan pertanaman. Pengujian kemurnian digunakan untuk mengetahui komposisi contoh kerja, kemurnian, dan identitasnya yang akan mencerminkan komposisi lot benih yang didasarkan pada berat komponen pengujian. Dalam pengujian kemurnian contoh kerja kemurnian dipisahkan menjadi benih murni, biji tanaman lain, dan kotoron (ISTA).
B. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa mampu melaksanakan pengujian kemurnian benih
2. mahasiswa mengetahui komponen-komponen yang terdapat dalam pengujian kemurnian benih, yaitu :
a. benih Murni (BM)
Kriteria :
Ø Ukuran > ½ ukuran benih asli,
Ø Selaput melekat
b. Biji Tanaman Lain (BTL)
Kriteria :
Ø Biji tanaman lain 9BTL0 mencakup semua biji yang tidak termasuk dalam spesies yang diuji
c. Kotoran Benih (KB)
Kriteria :
Ø Benih hampa
Ø Tangkai benih
Ø Benih rumput
Ø Batu, debu, dan tanah
Ø Benih berukuran £ ½ ukuran benih asli
C. Bahan dan alat
1. Benih
2. Pinset
3. Timbangan analitas
4. Cawan aluminium
D. Pelaksanaan
1. sample £ 25 gram
a. Timbangan sample awal 20 gr benih yang bercampur kotoran
b. Pisahkan ketiga komponen pengujian benih
c. Timbang bobot masing-masingnya
d. Jumlah semua berat masing-masing komponen untuk mendapatkan berat total setelah pengujian (berat akhir)
e. Hitung persentase masing-masing komponen dengan menggunakan rumus dan menggunakan 1 angka desimal

Persentase BM = Bobot benih murni (gr) x 100 %
Bobot akhir pengujian (gr)


Persentase BT = Bobot tanaman lain (gr) x 100%
Bobot akhir pengujian (gr)


Persentase KB = Bobot kotoran benih murni (gr) x 100%
Bobot akhir pengujian (gr)


2. Sampel > 25 gram
a. Timbang sample awal 20 gr benih yang bercampur kotoran
b. Pisahkan ketiga komponen pengujian benih
c. Timbang bobot masing-masingnya
d. Hitung persentase masing-masing komponen dengan bobot akhir pengujian sama dengan asli sample

















VI. UJI VIABILITAS DAN VIGOR

A. Pendahuluan
Pengujian benih dalam kondisi lapang biasanya kurang memuaskan karena hasilnya tidak dapat diulang dengan konsisten. Karena itu, pengujian dilaboratorium dilaksanakan dengan mengendalikan faktor lingkungan agar mencapai perkecambahan yang teratur, cepat, lengkap bagi kebanyakan contoh benih. Kondisi yang terkendali telah distandarisasi untuk memungkinkan hasil pengujian yang dapat diulang sedekat mungkin kesamaannya. Terdapat bermacam-macam metode uji perkecambahan benih, setiap metode memiliki kekhususan tersendiri sehubungan dengan jenis benih diuji, jenis alat perkecambahan yang digunakan, dan jenis parameter viabilitas benih dinilai. Berdasarkan substratnya, metode uji perkecambahan benih dapat digolongkan kedalam menggunakan kertas, pasir dan tanah. Pada kesempatan ini yang akan dipelajari metode uni daya kecambah (SGT), uji kecepatan berkecambah (IVT), uji hitung pertama (FCT), uji pertumbuhan akar dan batang (RSGT). Kondisi lingkungan perkecambahan pada semua metode ini adalah optimum.
B. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa mampu melaksanakan pengujian viabilitas dan vigor benih terutama benih tanaman pangan
2. Mahasiswa mengetahi criteria kecambah normal dan abnormal
3. Mahasiswa mengetahui komponen yang diamati dalam pengujian viabilitas dan vigor benih yaitu :
a. Uji kecepatan berkecambah / Index Value Test (IVT) dilakukan mulai pada harin ke-2 setelah benih dikecambahkan, selanjutnya setiap hari sampai akhir pengamatan, rumusnya :
IVT = S jumlah Benih Berkecambah Normal
Hari Berkecambah

b. Uji Hitung Pertama / First Count Test (FCT)
Dilakukan satu kali saja yaitupada hari ke-3 setelah benih dikecambahkan, rumusnya :
SGT = Jumlah benih berkecambah normal x 100 %
Jumlah benih yang dikecambahkan

c. Uji Daya Kecambah / Standart Germination Test (SGT)
Dilakukan pada hari ke-3 setelah benih dikecambahkan selanjutnya 2 hari sekali sampai akhir pengamatan, rumusnya :
SGT = Jumlah benih berkecambah normal x 100 %
Jumlah benih yang dikecambahkan
d. Uji Pertumbuhan Kecambah / Root And Shoot Growth Test (RSGT)
Dilakukan pada akhir pengamatan (hari ke-7) dengan cara mengukur panjang plumule dan panjang radicle benih.
C. Bahan dan alat
1. Benih kedelai dan jagung
2. Kertas merang
3. Air
4. Kertas milimeter
5. Pinset
6. Seedbed
7. Germinator datar
8. Germinator miring
D. Pelaksanaan
1. Siapkan 3 lembar kertas merang, lalu basahi dengan cara merendamnya kedalam air
2. Hamparkan kertas merang basah diatas meja, susun benih diatas 2 helai kertas merang sebanyak 5 buah (5x10)
3. Tutup benih yang telah disusun dengan sehelai kertas merang, lalu digulung dan diberi label
4. Untuk RSGT jumlah benih yang digunakn adalah 15 buah yang disusun dalam satu baris lalu digulung
5. Masing-masing pengamatan dibuat ulangannya sebanyak 3 kali
6. Gulungan kertas ntersebut ditempatkan dalam germinator datar untuk pengamatan IVT, FCT, dan SGT dan dalam germinator miring untuk RSGT, jaga agar kertas merang selalu lembab.
7. Hitung jumlah benih yang berkecambah normal dari masing-masing pengamatan dan cari persentsenya dengan menggunakan rumus yang telah diberikan.









VI. UJI BOBOT KECAMBAH / BIBIT

A. Pendahuluan
Uji bobot kecambah / bibit adalah uji vigor melalui laju pertumbuhan bibit Produksi berat kering dari pertumbuhan kecambah akan mencerminkan kondisi fisiologi benih. Benih dengan mutu fisiologis tinggi, vigor tinggi akan menghasilkan kecambah dengan berat kering tinggi pula. Kecambah dengan berat kering tinggi merupakan indikasi brnih tersebut bervigor tinggi.
B. Tujuan Praktikum
Mahasiswa mengetahui dan mampu menilai vigor binih melalui bobot kering kecambah
C. Bahan dan alat
1. Benih jagung dan padi
2. Medium tumbuh (campuran tanah, pasir dan pupuk kandang)
3. Pisau silet
4. Timbangan
5. Oven
6. Alat penyiram
D. Pelaksanaan
1. Benih yang akan diuji adalah benih yang berbeda tingkat kemundurannya masing-masing 2 x 50 butir
2. Medium tumbuh disiapkan dengan mencampur tanah, pasir dan pupuk kandang kering dengan perbandingan volume 1 : 1 : ! secara merata. Medium dimasukkan kedalam seedbed dengan ketebalan 7,5 – 10 cm.
3. Benih ditanam pada medium tumbuh dengan kedalaman 3 cm
4. Pengamatan dilakukan pada umur 2 minggu setelah tanam selama periodewaktu tersebut tanaman dipelihara dengan menyiram sesuai dengan keperluan.
5. Bibit dibongkar dari medium, potong benih yang masih tersisa dengan pisau silet kemudian timbang berat keringnya.




















VII. UJI KEDALAMAN TANAM

A. Pendahuluan
Uji kedalaman tanam tergolong kedalam uji kekuatan tumbuh benih dengan lingkungan sub optimal. Uji ini menggunakan substrat tanah atau pasir dengan kedalaman tanah tertentu. Hasil pengujian mempunyai keterkaitan dengan pertumbuhan benih dilapangan yang mengalami pemadatan tanah akibat air hujan atau ntraktor.
B. Tujuan Praktikum
Mahasiswa dapat melakukan pengujian viabilitas benih dengan metode kedalaman tanam dan memahami hubungannya dengan keragaan pertumbuhan tanaman dilapang produksi.
C. Bahan dan alat
1. Benih jagung dan kedelai
2. Substrat tanah dan pasir
3. Air
4. Pinset
5. Seedbed
6. Alat penyiram
D. Pelaksanaan
1. Siapkan substrat yang sudah dikeringanginkan, diayak dan dimasukkan dalam ember (seedbed)
2. Tanam 25 butir benih dengan kedalaman 2,5, 5, dan 7,5 cm, kemudian tutup dengan tanah lalu tempatkan didalam laboratorium
3. Amati kecambah yang muncul dipermukaan tanah pada 3 dan 5 hari setelah tanam
4. Hitung persentase kecambah normal yang muncul sebagai nilai ketahanan benih terhadap kondisi sub optimum.





















Lampiran
Tabel 1. Pengamatan Pengukuran Kadar Air Benih
Komoditi Ulangan Berat Basah Berat Kering Persentase
Jagung 1
2
3
Total
Kedelai 1
2
3
Total














Tabel 2. Pengamatan Pengujian Kemurnian Benih
Ulangan Komponen Berat komponen persentase
I Benih Murni
Benih Tanaman Lain
Kotoran Benih
Total
II Benih Murni
Benih Tanaman Lain
Kotoran Benih
Total
III Benih Murni
Benih Tanaman Lain
Kotoran Benih
Total











Table 3. Rerata Nilai Kecepatan Berkecambah
Komoditi Ulangan Hari Berkecambah Nilai Indeks
Jagung 2 3 4 5 6 7


Total
Kedelai



Total

Tabel 4. Rerata Persentase Uji Hitung Pertama
Komoditi Ulangan Persentase
1 2 3
Jagung
Kedelai
Total







Tabel 5. Rerata Persentase Uji Daya Kecambah
Komoditi Ulangan Persentase
1 2 3
Jagung
Kedelai
Total

Tabel 6. Rerata Panjang Plumule
Komoditi Ulangan Urutan Benih Rerata

Jagung



Kedelai










Tabel 7. Rerata Panjang Radicle
Komoditi Ulangan Rerata

Jagung



Kedelai




Tabel 8. Bobot Kecambah (Bibit) Jagumg dan Padi Sesuai Dengan Tingkat Kemunduran Benih
Kecambah Bobot (gr)
Padi A
Padi B
Jagung A
Jagung B






Tabel 9. Persentase Kecambah Normal Benih Kedelai dan Jagung Dengan Kedalaman Berbeda
Kecambah Kedalaman Berbeda
2,5 5 7,5
Jagung A
Jagung B
Kedelai A
Kedelai B


I .TINJAUAN PUSTAKA


Biji adalah ovule yang dewasa.Terbentuk satu atau lebih di dalam satu ovari pada legume,tapi tidak pernah lebih dari satu biji terbentuk dalam ovari pada monokotil.Setiap biji matang selalu terdiri paling kurang dua bagian,yaitu: (1).Embryo,(2).Kulit biji (Seed coat atau testa).Embryo terbentuk atau berasal dari telur yang dibuahi (zygote) dengan mengalami pembelahan sel di dalam embryo sac.Kulit biji terbentuk dari integumen (satu atau lebih) dari ovule.Pada legume umumnya terdapat dua lapis kulit biji.Lapisan sebelah dalam tipis dan lunak,sedangkan lapisan sebelah luar tebal dan keras fungsinya sebagai lapisan proteksi terhadap suhu,penyakit dan sentuhan mekanis. Setiap biji yang sanmgat muda dan sedang tumbuh, selalu terdri atas tiga bagian yaitu: (1) Embryo,(2) Kulit buji (seed coat),(3) Endosperm.Endosperm yaitu suatu jaringan penyimpanan makanan cadangan (storage tissue) yang mana diserap oleh embryo sebelum atau selama perkecambahan biji dan selalu terdapat di dalam biji yang sangat muda.Hubungan dalam struktur reproduktif dari fase bunga sampai menjadi buah atau biji masak yaitu: Ovule menjadi biji, ovari menjadi buah, ovari wall menjadi pericarp (2n), nucellus menjadi perisperm (2n), integument menjadi testa atau seed coat, 2 polar nuclei + sperm nucleus menjadi endosperm (3n), Egg nucleus + sperm nucleus menjadi zigote-embryo (2n),embryo sac akan lenyap, micropyl menjadi micropyle, funiculus menjadi hilum, funiculus + integumen menjadi raphae.Pada legumes(kacang-kacangan),biji mempunyai 2 cotiledon tanpa endosperm.Kulit biji pada legume pada umumnya mudah dilepaskan dari biji setelah perendaman dengan air panas sehingga terlihat seluruh biji atau embryo.Embryo ini terdiri atas bagian-bagian: (1) 2 cotyledon atau daun biji,(2) biasanya 2 helai daun kecil sekitar titik tumbuh,(3) hypocotyl,(4) radicle.Makanan cadangan yang terdapat dalam biji dapat dalam bentuk: (a).karbohidrat,terutama dalam bentuk tepung, hemiselulose,gula, (b) lemak atau minyak dan (c) protein (Jurnalis Kamil, 1979).
Biji dapat memiliki fungsi ganda, sebagai bahan konsumsi dan sebagai bahan tanaman. Secara fungsional dalam memenuhi kepentingan budidaya. Tanaman biji itu tidak sama dengan benih.Biji tumbuhan kalau dipelihara dan ditangani untuk tujuan budidaya, maka biji berfungsi sebagai benih dalam batasan. Dalam batasan struktural, benih sama dengan buah tetapi dalam batasan fungsional tidak sama dengan biji (Sjamsoe’oed Saudjad, 1993).
Biji bukan objek pasca panen karena benih merupakan komoditi pertanian yang proses produksi dan persiapan sejak benih sumber yang ditanamharus jelas identitas genetiknya sampai menghasilkan benih bermutu sesuai analisis benih ditangan konsumen benih (Wahyu Qamara Munisjah, dkk, 1991) .
Buah adalah ovary yang telah matang, dimana kulit buah berasal dari dinding ovary (ovary wall).Pada buah yang telah matang dapat dibedakan dengan jelas dua nagian utama yaitu: (1) Biji (seed) dan (2) kulit buah ( pericarp).Dalam pengertian sehari-haribuah terdri dari: (a) kulit buah,(b) daging buah (c) biji.Umumnya pericarp terdiri atas 3 lapisan dari luar kedalam yaitu: (1) Exocarp yaitu lapisan terluar dari pericarp,(2) Mesocarp yaitu lapisan dibawah exocarp terdiri atas satu lapisan atau lebih,biasanya lebih tebal dan (3) Endocarp yaitu lapisan terdalam dari pericarp terdiri atas jaringan dengan sel yang berdinding tebal disebut stonypart. Tipe buah dapat dibedakan atas 4 golongan besar yaitu: (1) Buah sederhana, (2) Buah gabungan, (3) Buah majemuk, (4) Biah palsu. Buah sederhana adalah buah yang terdiri dari satu ovary dalam satu pistil. Buah sederhana terdiri dari : (a) Buah basah yaitu buah yang sebagian atau seluruh pericarp atau mesicarp masih basah sampai buah masak contoh :Berry,Drupe. (b) Buah kering adalah buah yang seluruh kulit buah menjadi kering dan sering menjadi keras sewaktu masak .Buah kering ini dapat dibedakan atas 2 kategori yaitu :(1) Buah merekah yang terjadi perekahan dispemjang garis perekahan pada polong sewaktu buah menjadi masak(legume,folicle,capsule,selique),(2) Buah tidak merekah yang mana tidak terjadi perekahan sepanjang sisinya sewaktu masak (achiene, caryopses, samara, schizocarp, nut). Buah gabungan adalah buah yang bersal dari bunga yang mempunyai beberapa pistil sederhana, Cluster atau kelompok ovary pada receptacle yang sama .Contoh:Raspbery,blacberry,strawberry.Buah majemuk adalah buah yang dibentuk dari satu cluster bunga atau kelompok bunga yang berkumpul bersama-sama didalam satu massa sewaktu masak,buah ini berasal dari ovary inferior,contoh :nenas,mulberry,cempedak,fig,dan sarikaya .Buah palsu adalah buah yang dibentuk dari satu ovary atau lebih dan bagian-bagian lain dari bunga atau jaringan yang erat hubungannya dengan bagian-bagian tersebut yaoitu yang dibentuk dari ovary inferior,contoh:pomes yaitu apel dan pear (Jurnalis Kamil, 1979).
Bibit adalah tumbuhan muda yang makanannya tergantung kepada persediaan bahan makanan yang terdapat dalam biji.Pada kondisi yang menguntungkan, suatu biji akan berkecambah. Apabila biji tersebut dikecambahkan pada medium tanah maka akan terjadi suetu peristiwa dimana bibit muncul di atas pemukaan tanah peristiwa ini di sebut:”Emergence of seedlings” yang selanjutnya akan diikuti dengan pertumbuhan bibit menjadi tanaman dewasa.Berdasarkan letak cotiledon, dapat dibedakan 2 tipe bibit yaitu: (1) Bibit tipe epigeal yakni bibit dimana cotiledonnya terangkat di atas permukaan tanah sewaktu pertumbuhannya.Terangkatnya cotiledon ini ke atas permukaan tanah disebabkan oleh pertumbuhan dan perpanjangan hypocotil, sedangkan ujung arah kebawah sudah tertambat ke tanah dengan akar-akar lateral.Hypocotil membengkok dan bergeser ke arah permukaan tanah kemudian menembus dengan merekahnya lalu mulcul dipermukaan tanah.Pada proses ini cotiledon berfungsi sebai pelindung plumule dari kerusakan yang disebabkan pergeseran dengan tanah.Bibit tipe epigeal ini umumnya terdapat pada dicots seperti beam,alfalfa,clovers, kacang kedelai,kacang tanah yang termasuk legume.Pada kacang-kacangan sebagian makanan cadangan di dalam cotiledondi pakai oleh akar yang sedang tumbuh tetapi sebagian besar masih tinggal di dalam cotiledon walaupun ia sudah terngkat di atas permukaan tanah.Sementara itu pertumbuhan plumule berlangsung lebih aktif dan membentuk helaian daun yang sebenarnya.(2) Bibit tipe hypogeal yakni bibit di mana cotiledonnya tetap itnggal dalam permukaan tanah sewaktu pertumbuhannya.Bibit tipe hypogeal ini dijumpai pada semua anggota famili grasse atau pada kebanyakan monocots tapi jarang di jumpai pada dicots.Contoh: Peas dan scarlet runner bear.Sewaktu perkecambahan pada biji graminae,padi ,gandum, jagung, cotiledon di sini di sebut sculellum tetap tinggal dalam tanah fungsinya sebagai organ penyerap makanan dari endorperm dan mengantarkannya kepada embryonis axis yang sedang tumbuh.Sewaktu perkecambahan ini yang pertama kali keluar adala radicle sgera kemudian pada radicle ini keluar akar-akar cabang bersama-sama dengan akar primer membentuk sistim akar primer ( primary root sytem) (Jurnalis Kamil, 1979).
Kadar air benih selama penyimpanan merupakan faltor yang paling mampengaruhi masa hidupnya.Oleh karena benih yang sudah masaka dan cukup kering penting untuk segera dipanen atau benihnya masih berkadar air tinggi yang juga harus segera dipanen.Cara lain yang mempengaruhi umur simpan benih adalah kerusakan akibat proses penggunaan alat-alat mekanis.Meski sangat penting artinya untuk menurunkan kadar air benih hingga ketingkat yang aman untuk disimpan, namun bila kadar air terlalu kering juga dapat membahayakan benih.Benih yang sanagt kering yang sangat peka terhadap kerusalkan mekanis serta pelukaan sampingan lainya.kerusakan seperti ini dapat menyebabkan bagian penting benih mengalami pecah atau retak pada bagian penting biji hingga benih tersebut peka terhadap serangan cendawan yang dapat menurunkan daya simpannya (Oren L.Justice dan Louis N.Bass, 1979).
Kadar air benih merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi daya simpan benih.Jika kadar air benih terlalu tinggi dapat memacu respirasi dan berbagai cendawan dapat tumbuh (Wahyu Qamara Munisjah, dkk, 1991).
Umumnya pada tanaman legume dan padi-padian, ovule atau tepatnya embryo sac yang sedang mengalami pembuahan mempunyai kadar air kira-kira 80 % dalam bebarapa hari kemudian kadar air ini meningkat sampai kira-kira 85% lalu pelan-pelan menurun secara teratur.Dekat kepada waktu masak kadar air ini menurun dengan cepat sampei kire-kire 20% pada biji tanaman sereallia,setelah tercapai berat kering maximum dari pada biji,kadar air tersebut agak konstan sekitar 20% tetapi sedikit naik terun seimbang dengan keadaan lingkungan di lapangan.Kadar air biji ini dapat ditentukan dengan memakai :(1) Memakai bermacam-macam alat pengukur kadar air biji otomatis,(2) metoda tungku atau oven denag menggunakan rumus :
a.Kadar air biji = atau

b.Kadar air biji =
Kadar air ini penting artinya untuk menetapkan waktu panen, karena panenan itu harus di lakukan pada tingkat kadar air biji tertentu pada masing-masing spesies atau varietas. Umumnya tanaman sereallia dan boiji-bijian legume dipanen pada kadar air 20%umumya kadar air biji 30% merupakan batas tertinggi untuk dipanen.Panenan dengan kadar air biji 30 % tidak baik karena sukar untuk pengirikan, disamping ini biji akan rapuh apabila dikeringkan sampai dibawah kadar air 20% tetapi tergantung pada jenis biji,ada yang baik dipanen pada kadar air 10-12%.Gandum dipanen pada kadar air biji 14-15%,kapas 12-14%,padi 18%,jagung 20-30%.Jagung yang dibiarkan di lapangan dengan kadar air 15-16% akan mudah menjadi busuk dirusak oleh “weevill” sehingga mengakibatkan produksi turun.Beberapa varietas padi di daerah ini panicle atau gabahnya akan rontok atau jatuh ketanah apabila kadar biji di biarkan sampai 12-14% (Jurnalis Kamil, 1979).
Pemurnian benih bertujuan : (1)membuang benih spesies lain yang berbeda dengan spesies yang diproduksi dan bahan-bahan pengotor dan (2) memilih benih murni dari beni-benih yang kecil, berwarna tidak normal,dan benih-benih yang tidak sehat lainnya. Pemurnian benih tidak dapat dilakukan dengan sembarangan karena masing-masing kelompok benih mempunyai masalah yang harus dianalisis dan dipecahkan dengan menggunakan perangkat mesin dengan cara yang benar.Untuk benih yang sedikit pengayakan dapat dilakukan tetapi pada benih yang banyak harus dilakukan dengan mesin penampi. Ketika dibersihkan , benih dipisahkan dari kontaminan, tanah ,debu, dan sekam dan benih yang inferior (diluar ukuran lazim,keriput, retak-retak,dan berpenyakit) (Wahyu Qamara Munisjah,dkk, 1991).
Vigor benih sewaktu disimpan merupakan faktor penting yang mempengaruhi umur simpannya.Vigor dan viabilitas benih tidak selalu dapat dibedakan terutama pada lot-lot yang mengalami kemunduran cepat.Terlepas dari masalah tersebut,beberapa peneliti menunjukkan bahwa lot-lot benih yang mengalami kemunduran cepat mengandung benih yang bervigor rendah dan benih yang masih bervigor.Proses kemunduran benih berlangsung terus dengan semakin lamanya benih disimpan sampai akhirnya semua benih mati.Lot benih yang baru dan vigor mempunyai daya simpan lebih lama dibanding dengan lot benih yang lebih tua yang mungkin sedang mengalami proses kemunduran secara cepat. Semakin lama benih di simpan, maka benih mengalami penurunan viabilitas dan vigornya. Laju kemunduran vigor dan viabilitas benih tergantung pada beberapa faktor,diantaranya faktor genetik dari spesises atau kultivarnya, kondisi benih, kondisi penyimpanan, keseragaman lot benih serta cendawan gudang, bial kondisi penyimpanannya memungkinkan pertunbuhannya.Ada beberapa peneliti yang menunjukkan bahwa pada suatu saat benih vigor mencapai suatu tititk di mana kemundurannya berlangsung lebih cepat dibandingkan pada waktu periode awal penyimpanannya.Penurunan vigor dan viabilitas kadang digambarkan dengan suatu kurva kelansungan hidup sigmoid.Kurva kelansungan hidup benih kering yang disimpan pada kondisi yang menguntungkan dapat dipenggal menjadi 3 bagian yang berbed.bagian pertama mewakili benih pada waktu masih vigor dan kemunduran fungsi kehidupannya berlangsung lambat.Bagian ini berakhir pada tingkat daya kecambah 90-75%.Bagian kedua yang kemundurannya berlangsung dengan cepat,bagian kedua ini berlangsung hingga ketingkat 25 hingga 10%.Dan akhirnya bagian ketiga yang proses kemundurannya menjadi lambat kembali dan berlangsung terus sampai semua benihnya mati.Kurva vigor sangat mirip dengan kurva viabilitas hanya saja kehilangan vigor mendahului kehilangan viabilitas.Sejak zaman presejarah,manusia telah mengetahui bahwa daya kecambah semakin menurun sejalan dengan bertambahnya umur benih (James, 1967).
Hingga sekarangpun kebanyakan penelitian tentang perubahan fisiologis dan biokimia pada benih,biji berminyak dan biji konsumsi mengikutsertakan rencana untuk menentukan presentasedaya kecambahnya sebagai kriteria kemunduran atau perubahan (Oren L.Justice dan Louis N.Bass, 1979).
Daya kecambah (viabilitas) kian meningkat dengan bertambah tuanya biji dan mencapai maximum germination jauh sebelum masak fisiologis atau berat maksimum tercapai.Sampai masak fisiologis tercapai 100% ini konstan.Sesudah itu akan menurun dengan kecepatan yang sesuai dengan keadaan jelek dilapangan (Jurnalis Kamil, 1979).
Vigor dihubungkan dengan bobot benih .Dalam hal ini dihubungkan dengan kekuatan kecambah, kemampuan benig menghasilkan perakaran dan pucuk yang kuat pada kondisi yang tidak menguntungkan serta bebas dari serangan mikroorganisme.Sewaktu benih di tanam bila benih menurun maka kecepatan berkecambah menjadi lemah dan berat kering atau bobot benih saat dikecambahkan menjadi rendah yang nantinya akan menghasilkan panen yang rendah (Oren L.Justice dan Louis N.Bass).
Kalau kita tanam biji jagung dengan kedalaman yang berbeda,mesocotyl dan akar adventif ini dibentuk pada jarak yang hampir sama (2,5-3,5 cm) dari permukaan tanah.Kalau biji jagung di tanam terlalu dalam (15-17 cm) dari permukaan tanah, maka coleoptyle ini kemudian menjadi kering didalam tanah tanpa membentuk akar adventif,akibatnya bibit tadi akan mati (Jurnalis Kamil, 1979).
Uji kedalaman tanam tergolong uji kekuatan benih dengan lingkungan sub optimal. Hasil pengujian mempunyai keterkaitan dengan pertumbuhan benih dilapangan yang mengalami pemadatan tanah akibat hujan atau traktor.(Penuntun Praktikum, 2004).

Gifts
Want to use your hobby to help you save some money? Try planting flowers that are easy to dry and making wreaths, swags, dried flower baskets, stationary with flowers, or melting the sides of candles and re-waxing dried flowers around the edges.